Kita tahu,

Tangan-tangan nasib

tak lagi saling berjabat, erat

Waktu terus berlari,

Meninggalkanmu(ku)

Dan kita juga tahu

Memaksa hanya luka

 

Aku tahu, matamu

tak lagi api,

Tak pula harap

Dan tak kudapati curiga di sana

 

Luka, luka

mematangkan kita

Memaksa mengikhlaskan bulir-bulir perih

yang tak nyana

 

“Terbanglah,

Bahagialah kamu,

Dia,” katamu.

 

Meninggalkanku yang termangu

Memekur takjub

 

Pada hati, pada jiwa

Pada cinta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s