Ah, Bo.
Semua yang kau butuhkan sudah kuberi.
Pergilah dan mulai perjalananmu sendiri.
Cukuplah sesekali kita berbagi.
Di ujung timur atau barat, barangkali.
Saat itu, ingin kudengar cerita pongahmu menapakkan kaki di pucuk-pucuk tinggi gegunung Indonesia.
Dengan lutut yang bergetar dan bibir yang tak henti melepuskan asap tembakau Besuki(?)
Sambil, sesekali kuintip kejujuran dari balik kaca kecil yang nangkring di hidungmu.
Semoga, tak lagi seberapa lama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s