Ingin nuansa baru dalam liburan Anda? Mendaki gunung mungkin merupakan sebuah pilihan yang bisa dipertimbangkan. Mendaki gunung tidak melulu tentang tanjakan atau turunan yang mungkin membuat Anda mempertanyakan kembali tujuan Anda meletih-letihkan diri di hutan rimba, jauh dari peradaban. Konon, saat mendaki gunung, karakter asli seseorang akan terlihat jelas. Jadi, mungkin, Anda pun akan menemukan “sisi lain” dari diri Anda saat mendaki gunung. Anda pun bisa melatih kesabaran, memanejemen emosi, dan mendekatkan diri dengan alam. Selain itu, bonus yang paling ditunggu dari naik gunung adalah “menaklukkan” puncak dan melihat indahnya alam ciptaan Tuhan.

Selain tekad menggebu menaklukkan puncak gunung, perencanaan yang matang juga penting dalam “penjelajahan” yang akan dilakukan. Pastikan Anda membuat check list hal-hal yang “wajib” ada dalam liburan yang pastinya akan penuh tantangan ini.

Ketika merencanakan pendakian, peralatan tak jarang menjadi kendala utama. Persiapan yang kurang matang sering ditebus dengan kenyamanan serta keamanan yang kurang memadai, biasa terjadi karena peralatan yang kurang atau berlebih.

Daftar dan saran di bawah ini mudah-mudahan bisa membantu Anda sewaktu merencanakan perjalanan panjang. Memang, kita punya peralatan yang berbeda dan kebutuhan pribadi yang berbeda. Tapi, paling tidak, daftar ini bisa dijadikan saran dan pertimbangan. Penting untuk memperkirakan beban yang akan dibawa, sehingga tidak mengorbankan keamanan atau kenyamanan pribadi. Asumsikan semua peralatan dan makanan dimasukkan ke dalam rucksack, backpack, atau carrier.

Nah, agar tidak kelebihan beban dan membuat Anda bisa merencanakan packing, saya sertakan juga perkiraan berat per item. Menentukan pilihan barang yang tepat, tentu bisa membuat Anda memperkirakan dan menghemat banyak beban.


Pakaian

Daftar yang saya buat di bawah berlaku hanya untuk perjalanan biasa dalam kondisi normal. Bukan badai yang Anda hadapi. Lagi pula kalau bukan nge-SAR, untuk apa melakukan perjalan ketika hujan badai, kan.

  • Celana dalam.
  • Celana dalaman atau dalaman bawahan lainnya.
  • Kaos dalam.
  • Kaos kaki.

Saya lebih suka kaos kaki yang lembut, tidak membuat kaki lecet atau sakit.

Pemilihan lapisan dalam biasanya berbeda, disesuaikan dengan kenyamanan dan kebutuhan masing-masing. Pakaian berbahan sintetis yang berkualitas lebih banyak memberi atau menawarkan kelebihan ketimbang bahan organik. Jika Anda berminat mengunjungi tempat bertemperatur rendah dan tidak berencana melakukan banyak aktivitas, pakaian berbahan—atau memiliki campuran—wol sebaiknya dipertimbangkan untuk dibawa. Tidak seperti katun, bahan wol dikenal mampu membantu menjaga panas tubuh, sehingga suhu tubuh tidak cepat anjlok atau kedinginan. Jika lapisan dalam Anda dirasa cukup tipis, bisa dilapisi atau bisa juga memakai lapisan dalam berbahan wol.

 

  • Jaket, jaket hujan, atau ponco.
  • Celana panjang (windproof).

Teknologi bahan yang biasa dipakai dan dianggap layak untuk lapisan luar bukan semata wind dan waterproof saja, tapi juga punya lubang angin, serta berventilasi bagus. Gore-Tex, MPC, Sympatex, dll., biasanya berteknologi cukup baik. Tapi, walaupun bisa “bernapas” pakaian yang kita kenakan tetap akan bisa terasa lembap dan gerah jika kita benar-benar aktif bergerak. Masalah nyaman atau tidak, semua kembali pada kebiasaan Anda menghadapi keringat.

 

  • Gaiter.
  • Sepatu.

Tersedia beragam sepatu di pasaran. Banyak yang bagus, keren, gaya, dan mungkin sesuai untuk medan yang akan ditempuh. Tak jarang kita kesulitan menentukan pilihan yang tepat karena masing-masing sepatu biasanya didesain khusus untuk medan tertentu—sebenarnya, kebanyakan peralatan mendaki didesain khusus untuk kepentingan tertentu. Sepatu yang bagus seharusnya pas, lentur di kaki, tidak terlalu keras, kaku, dan memberi dukungan maksimal untuk wilayah mata kaki ke bawah. Sebaiknya pilih sepatu yang berhak agak tinggi agar kaki tidak basah sewaktu sepatu masuk genangan air atau terkena embun.

 

  • Kacamata.

Usahakan memilih kacamata berteknologi double shields, sehingga retina dan pupil lebih terlindungi sewaktu menghadapi matahari yang menyengat. Selain itu, kacamata juga bisa membuat Anda terlihat lebih keren ketika difoto.

 

  • Topi, kupluk, atau kerudung.

Lebih dari sekadar menghangatkan kepala, topi juga berguna untuk menahan angin agar tidak mengacak-ngacak kepala.

 

 

Pakaian

Berat dalam Kg

Celana dalam

0,1—0,2

Celana dalaman

0,1—0,3

Kaos

0,1—0,4

Kaos kaki

0,2—0,4

Jaket, jaket hujan atau ponco

0,4—0,5

Celana

0,3—0,5

Gaiter

0,3—0,5

Sepatu

0,5—1,3

Kaca mata

0,1—0,3

Topi

0,1—0,3

Handuk kecil, atau slayer, atau kerudung dll.

0,1—0,3

Sarung tangan

0,2—0,4

Total

2,3—4,4


Peralatan

Daftar peralatan di bawah ini disusun untuk satu kelompok kecil. Hanya dua–paling banyak tiga–orang anggota. Tentu saja hanya peralatan standar untuk perjalanan biasa.

  • Tas.

Teknologi backpack, rucksack, dan carrier, kian tahun bertambah bagus. Dulu, pertama kali membeli tas gunung, hampir semua backpack menggunakan bingkai besi sebagai penyangga utama bagian belakang tas, biasa ditempatkan di punggung, menempel. Sekarang, backpack tidak lagi menggunakan bingkai besi dan ini sepertinya menjadi standar baru untuk tas-tas yang kita temukan di pasaran. Tas dibuat keras di bagian punggung, didesain sedemikian rupa agar tidak sakit ketika dibawa dan tetap menjaga keseimbangan proporsi beban. Tetapi, tetap saja, kalau kita siap membawa beban berat, pilihan tas berbingkai besi masih lebih baik jika mengingat teknologi tas yang ada sekarang. Entah lima atau sepuluh tahun ke depan, apakah tas berbingkai besi masih akan dipertahankan atau tidak.

Sewaktu memilih tas, biasanya orang-orang memilih tas yang tinggi rendah bingkainya bisa diatur. Rucksack 60-80 liter jadi pilihan favorit untuk perjalanan sedang. Sedangkan untuk perjalanan panjang, tentu lebih besar lagi kapasitas tas yang harus disiapkan dan akan lebih baik kalau berjalan berombongan. Setidaknya bisa berbagi beban.

 

  • Tenda.

Kenyamanan menjadi kewajiban jika Anda ingin perjalanan menjadi menyenangkan dan tidak menjemukan. Salah satu kenyamanan yang wajib didapatkan ialah kenyamanan beristirahat. Di alam luar, salah satu pilihan tempat istirahat adalah tenda. Ini membuat pemilihan tenda yang cocok dengan karekter medan dan kebutuhan Anda menjadi wajib hukumnya.

Salah satu syarat agar tenda terasa nyaman tentu saja tersedianya ruangan yang cukup lega untuk istirahat. Tidak membuat Anda harus menekuk anggota badan agar bisa tidur, karena hal itu akan mengonsumsi energi sewaktu tidur. Alih-alih segar, malah pegal-pegal setelah bangun tidur.  Pastikan juga tenda yang Anda bawa menyediakan ruang yang cukup untuk menaruh barang sekaligus masih cukup ruang  untuk berkegiatan dalam tenda, ganti baju atau makan misalnya. Kadang kita juga harus duduk di dalam tenda. Jadi, jangan lupa untuk mempertimbangkan tinggi tenda.

Tenda yang cukup hangat tentu nyaman untuk dihuni. Bukan panas, apalagi dingin. Percuma membawa tenda kalau kita harus kedinginan, kan? Ventilasi  untuk respirasi dan bahan tenda menjadi pertimbangan utama dalam hal ini. Tenda yang didesain untuk dipasang di halaman belakang rumah, tentu memiliki bahan, ukuran, dan model yang berbeda dengan tenda yang dipasang dan dipakai di hutan.

Tenda berbahan katun memiliki kelebihan penjagaan panas di dalam tenda yang baik jika respirasi tenda buruk, pun jika tenda tidak bisa bernapas sama sekali. Sebaliknya, tenda berbahan parasut, atau akrilik lainnya, cukup pas jika disandingkan dengan respirasi tenda yang memadai. Perhatikan lubang respirasi. Apakah ada kemungkinan membuat Anda menggigil karena bocor atau angin yang terlalu leluasa masuk ke dalam tenda. Juga tidak membuat Anda gerah karena CO2 dari mulut dan hidung tidak bisa keluar dengan mulus dari tenda.

Tersedia beragam bentuk tenda di pasaran. Tenda dome jadi pilihan favorit untuk perjalanan kelompok kecil dan tidak memakan waktu berbulan-bulan. Sering kali dipilih bukan karena bentuknya yang “lucu” tapi karena praktis dan bisa dipasang dengan cepat serta tidak memakan banyak tempat. Jika memang kesengsem dengan dome, pilih yang ringan dan tidak membuat Anda terpaksa keluar malam hari karena harus membenahi tenda atau tali yang tiba-tiba kendor.

Dome dengan sedikit tali tapi cukup kuat menahan angin dan hujan memberi banyak keuntungan. Waktu pemasangan, pemilihan tempat, penentuan tenda akan menghadap ke arah mana, dll. Selain itu, meluncurnya angin dan air sewaktu menyentuh tenda harus mulus tidak membuat tenda ngondol, lapisan luar tenda robek atau terbuka, dan tidak membuat Anda khawatir tenda akan diterbangkan angin.

Banyak tenda yang menggunakan teknologi double layer. Satu untuk menjaga suhu ruangan dan satu lagi untuk menangani hujan dan angin yang berlebihan. Lapisan luar sering juga dimanfaatkan untuk menaruh barang agar tidak basah karena hujan, tapi tidak mengurangi leganya ruangan karena barang tidak perlu masuk tenda. Jangan lupa, di hutan hujan tropis kemungkinan serangga menggangu tidur kita juga harus diperhatikan. Itulah sebabnya banyak tenda dibuat dengan dua pintu. Pintu anti serangga dan pintu untuk menahan angin.

Terakhir, tidak perlu mencari tenda yang “lucu” jika malah menyusahkan Anda sewaktu packing. Makin ringan dan makin kecil memakan tempat akan menghemat banyak ruang untuk barang lain di rucksack Anda.

 

  • Sleeping bag.

Pilihan sleeping bag sangat banyak. Kita bisa memilih kantong tidur ini dari bermacam-macam bahan. Ada yang fiber sintetis, berlapis bulu tipis, bahan parasut, dll. Mana yang lebih baik, saya tidak tahu. Tapi, Anda bisa memperkirakan mana yang lebih nyaman dipakai, tentu saja disesuikan dengan perkiraan medan yang akan Anda hadapi. Sleeping bag dari bulu tipis, harganya lumayan mahal, tapi bisa digulung kecil, tidak makan tempat, dan ringan. Sebaliknya, yang berbahan fiber sintetis lebih murah, hanya saja lebih berat dan bentuknya lebih semok. Jika beruntung, Anda bisa mendapatkan sleeping bag dengan kualitas lapis bulu, harga fiber sintetis.

 

  • Matras.

Yang satu ini, semakin tebal tentu semakin baik. Karena memberi jarak yang cukup jauh dari lembap tanah malam hari.

 

  • Tisu kering dan basah.
  • Alat makan dan minum.
  • Botol atau termos.
  • Korek api.
  • Pisau, pembuka kaleng & botol.
  • Alat masak.
  • Kompor beserta bahan bakarnya.

Ada dua jenis kompor hutan yang populer. Berbahan bakar gas dan berbahan bakar cair. Masing-masing memiliki kelebihan. Kompor gas—tanpa selang—misalnya, kecil, kokoh, serta lebih mudah dalam pengaturan besar kecilnya api. Sedang kompor Trangea, api sanggup menyala bahkan pada cuaca yang buruk sekali pun dan, tentu saja, di beberapa tempat mencari bensin, spiritus, atau minyak tanah lebih mudah daripada mencari gas.

Selain dua kompor itu, ada juga kompor sederhana berbahan bakar padat yang biasa dipakai tentara. Mudah didapatkan, murah, dan cukup mudah dioperasikan.

Selain kompor pabrikan di atas, Anda juga bisa membuat kompor sendiri. Salah satunya kompor tradisional berbahan kayu. Kayu bakar tentu jumlahnya melimpah di sekitar kita. Lebih mudah dan murah. Hanya saja, usahakan tidak menggunakan bahan bakar kayu jika tidak terpaksa. Penanganan api yang buruk, beresiko tinggi menyebabkan kebakaran hutan.

 

  • GPS, kompas dan peta.

Mengetahui posisi sangat krusial dalam perjalanan. Sering kali jalan setapak di hutan membuat kita kebingungan. Mengetahui posisi kita dan kontur tanah juga berarti kenyamanan, keamanan, kepastian.

 

  • Senter.
  • First Aid Kit.
  • Karabiner.
  • Tali.

Berjaga-jaga, siapa tahu ada barang atau manusia yang harus ditarik. Bukan berarti harus membawa tali yang panjang atau karabiner berukuran besar, cukup disesuaikan dengan kebutuhan.

 

  • Lampu badai.
  • Peralatan mandi.
  • Peralatan berdandan.
  • Kamera.
  • Binokular

Ditilik dari fungsinya, dua benda terakhir opsional sifatnya. Tapi sebuah perjalanan tentu akan menjemukan jika Anda terpaku hanya pada garis panjang di peta dan kelok serta naik-turun jalan di hadapan kita. Lagi pula tak ada salahnya sedikit mencuri waktu dan mengabadikan langkah kecil untuk Anda kenang, ceritakan, atau mungkin Anda banggakan.

 

 

Peralatan

Berat dalam Kg

Tas

1,5—3,5

Tenda

2,0—5,0

Sleeping bag

1,0—2,5

Matras

0,5—2,0

Peralatan memasak

0,5—2,5

Kompor & bahan bakar

0,8—1,5

Peta

0,2—0,8

GPS atau Kompas

0,1—0,5

Tisu

0,1—0,2

Peralatan mandi

0,1—0,5

Tisu basah

0,1—0,2

Pembuka kaleng & botol

0,1—0,2

Gelas

0,1—0,3

Piring atau mangkok

0,1—0,3

Botol atau termos

0,1—1,2

Korek api

0,1—0,2

Pisau

0,2—1,0

Senter

0,2—0,5

Peralatan dandan

0,2—0,5

First Aid Kit

0,1—0,3

Karabiner

0,1—0,3

Tali, 4-5 mm, panjang 10-20m

0,2—0,4

Lampu badai

0,2—0,8

Kamera

0,3—2,3

Binokular

0,3—1,0

Total

9,2—28,5

 


Makanan

Persiapan makan yang tepat, sangat membantu dalam memperkirakan beban. Sebaiknya makanan disiapkan perhari, dibungkus. Beban makanan lumayan berat, jadi sebaiknya dibagi rata antar anggota kelompok. Berat makanan biasanya antara  0,5–2 kg perhari! Jadi jika perjalanan yang Anda tempuh adalah enam hari, berat makanan yang harus dibawa sekitar 3–12 kg!

Oh ya, pastikan masing-masing mengonsumsi setidaknya 2 liter air per hari, untuk menjaga kekuatan fisik, ketahanan mental, dan menghangatkan badan.

Mudah-mudahan, dengan adanya perkiraan beban seperti ini, Anda bisa memperkirakan barang apa saja yang perlu dibawa, hingga tidak membawa beban berlebih. Lebih baik lagi jika bisa membawa beban di bawah 20 kg. Tapi jangan terlalu bernafsu juga mengurangi banyak beban, bisa-bisa peralatan penting malah dilupakan. Pack terlebih dulu, sehari sebelum jalan. Perkirakan berat tas Anda dan coba cocokan lagi dengan daftar, siapa tahu ada yang terlewat, atau mungkin daftarnya tidak lengkap. Jangan lupa, tetapkan prioritas barang yang akan dibawa!

Dengan perencanaan yang tepat, Anda siap menjelajah, menaklukkan puncak gunung yang, mungkin, tak ubahnya dengan es krim cone—Anda akan menginginkannya kembali saat tetes terakhirnya habis. Setelah sampai di rumah, Anda akan merindukan kembali pengalaman yang melelahkan itu, namun tentu saja mengesankan. Mungkin juga, membuat Anda ketagihan.

Mendaki, yuk, dan temukan sendiri sensasinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s