“Aku suka hujan,” begitu katamu
Lalu pada kaca jendela kau titipkan cerita
Tentang gadis kecil yang mengetuk pintu kamarmu

Sore ini, hujan malu-malu menciumi bumi
Menguar rindu tanah
Mencuri purnama tembaga yang jatuh dari celak matamu

Ah!
Kalau saja percakapan kita tak lagi menghitam malam
Dan berceceran ditelan keharusan
Kita seduh matahari di tiap sore

Tahukah kau,
Seperti rintik yang lupa jalan pulang
Purnama kali ini
Rinduku menari sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s