Bo!
Di timur Tambora, tak ada lagi yang tersisa tuk kujelajahi dengan mata dan kujejaki dengan kata

Senin, Selasa, Rabu dan nasi bungkus dua ribu aneka nama
Kamis, Jumat, Sabtu dan kopi pahit serta tembakau di bibir kota
Minggu, tentu saja menjaring cerita di atas roda dan kadang menertawai tahi kuda

Tak sudah pucuk matahari kugenangi samudera
Hampir usai kucancang ekor angin di langit Anak Segara
Semoga tak tuli dan tak sudah kita bercerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s