Eldest: Yang Pertama (Inheritance, #2)Eldest: Yang Pertama by Christopher Paolini
My rating: 2 of 5 stars

Awalnya, penasaran bagaimana Paolini memperbaiki Eragon. Berharap banyak, karena buku pertamanya, walaupun menjanjikan dari segi ide, masih banyak kekurangan dari hal teknis.

Lembar demi lembar dibuka dan hasilnya, jauh dari yang diharapkan. Secara umum, memang penulis berkembang dalam banyak hal, sayangnya perkembangan itu tidak terlalu kentara. Masih mendapati gaya yang sama. Bahkan, sampai saat ini pun saya masih bingung di mana letak kekuatan buku kedua Inheritance ini. Dan lebih bingung lagi ketika tahu ternyata Eldest laku keras. Dicari dan diburu. Yang pasti bukan karena ceritanya. Entah karena diterbitkan oleh salah satu penerbit raksasa di Indonesia, atau karena strategi promosi yang bagus, atau kekuatan distribusi yang baik, yang jelas buku ini lumayan dicari oleh banyak orang.

Bagi yang penasaran dengan apa yang terjadi pada Eragon, Saphira, Roran, Arya, dll., disarankan untuk segera mengakhiri keingintahuan itu. Jika tidak, siap-siaplah untuk kecewa.

View all my reviews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s