My Name is Red (Namaku Merah Kirmizi) My Name is Red by Orhan Pamuk

Jika saja tidak dibumbui kisah percintaan, intrik politik, dan kisah pembunuhan, mungkin ini adalah sebuah buku sejarah kesusasteraan Islam. Deskripsi karya sastra yang sangat detil, beserta para tokoh serta segala perubahan alirannya membuat pembaca yang tidak sama sekali pernah berkenalan dengan tradisi kesusasteraan Islam bisa jadi pusing ketika membacanya.
Sebagai bildungsroman, novel yang diakui tinggi nilainya oleh masyarakat sastra dunia ini tidak menjadi novel yang penuh dengan percakapan bertele-tele dan membosankan, apalagi penuh petuah moral.
Sayang, dalam versi bahasa indonesianya, penerjemah dan pengedit sepertinya tidak menguasai secara mendalam sejarah kesusasteraan Islam, sehingga cenderung sembrono dan kadang mengada-ada.
Tetap, novel ini sebuah karya yang layak dibaca. Jadi, selamat membaca.🙂

View all my reviews >>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s